KONSEP DAN ASPEK SISTEM SENSOR
NAMA :
MELVIN ERLINA P
NIM :
210343606417
PRODI/OFF
: BIOTEKNOLOGI/B
KONSEP DAN ASPEK SISTEM SENSOR
A.
Pengertian
Sensor
merupakan perangkat yang digunakan untuk mendeteksi perubahan perubahan fisik seperti
tekanan, gaya, besaran listrik, cahaya, gerakan, kelembaban, suhu, kecepatan, dan
fenomena lingkungan lainnya. Sensor dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :
1.
Sensor
Pasif : merupakan sensor yang bisa menghasilkan sinyal output tanpa memerlukan
pasokan listrik eksternal. Contoh : termokopel yang menghasilkan nilai tegangan
sesuai dengan pnas atau suhu yang diterimanya.
2.
Sensor
Aktif : merupakan jenis sensor yang membutuhkan sumber daya eksternal untuk
dapat beroperasi. Sifat fisik sensor aktif bervariasi sehubungan dengan efek
eksternal yang diberikan.
3.
Sensor
Analog : merupakan sensor yang menghasilkan sinyal output yang berkelanjutan. Sinyal
yang dikeluarkan sebanding dengan pengukuran. Contoh sensor analog adalah
akselerometer, sensor kecepatan, sensor tekanan, sensor cahaya dan sensor suhu.
4.
Sensor
Digital : merupakan sensor yang menghasilkan sinyal output diskrit. Biasanya sensor
digital tersusun dari sensor, kabel, dan pemancar. Sinyal terbentuk dalam
format digital yang berbentuk logika 1 atau logika 0 (On atau Off).
Jenis
– Jenis Sensor :
a.
Akselerometer
: merupakan sensor yang bisa mendeteksi perubahan posisi, kecepatan, orientasi,
guncangan, getaran, dan kemiringan dengan gerakan indra. Akselerometer dibagi
menjadi beberapa jenis sesuai dengan variasi konfigurasi dan sensitivitas.
b.
Sensor
Cahaya : merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi jumlah cahaya yang
mengenai sensor tersebut. Sensor cahaya digolongkan menjadi beberapa jenis, seperti
foto resistor, cadmium sulfide (CdS), dan fotosel.
c.
Sensor
Suara : merupakan sesnor yang digunakan untuk merasakan tingkat suara. Sensor ini
menerjemahkan amplitudo volume akustik suara menjadi tegangan listrik untuk
merasakan tingkat suara.
d.
Sensor
Tekanan : merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur jumlah tekanan yang
diterapkan pada sebuah sensor. Salah satu jenis sensor tekanan adalah sensor
piezoelektrik.
e.
Sensor
Suhu : termistor merupakan salah satu jenis sensor suhu, termistor peka termal
yang digunakan untuk mendeteksi perubahan suhu.
f.
Sensor
Ultrasonik : merupakan sensor yang berfungsi untuk mengukur jarak dan kecepatan
suatu benda. Sensor ini juga mampu untuk mengukur suatu objek. Sifat doppler
dari gelombang suara bisa digunakan untuk mengukur kecepatan suatu objek.
g.
Sensor
Giroskop : merupakan sensor yang digunakan untuk merasakan dan menentukan
orientasi dengan bantuan gravitasi bumi. Perbedaan dari sensor Giroskop adalah dapat
merasakan rotasi, sedangkan sensor Akselerometer tidak dapat merasakan rotasi.
h.
Sensor
Efek Hall : merupakan sensor yang digunakan untuk mengubah informasi magnetik
menjadi sinyal listrik untuk proses rangkaian elektronik. Sensor ini sering
digunakan untuk mendeteksi kedekatan (proxymity), posisi (position), kecepatan
(speed), pergerakan arah (direction), dan juga arus listrik (current sensing).
i.
Sensor
Kelembaban : merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi tingkat
kelembaban suatu lokasi. Pengukuran tersebut sangat berguna untuk pengamatan
lingkungan suatu wilayah, diagnosa medis, ataupun di penyimpanan produk yang
sensitif.
j.
Sel
Beban : merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur berat. Input dari sesnor
ini adalah gaya atau tekanan, sedangkan outputnya adalah nilai tegangan
listrik. Beberapa jenis load cell antara lain adalah beam load cell, single
point load cell, dan compression load cell.
B.
Penerapan
Sensor pada Kehidupan Sehari-hari
a.
Sebagai
energi alternatif listrik untuk sel surya
b.
Parkir
kendaraan
c.
Remote
televisi, ac, dll
d.
Lampu
untuk penerang jalan secara otomatis
e.
Pada
smartphone
f.
Alat
pengukur kecepatan, seperti speedometer
g.
Computer
h.
Menghitung
kekuatan gempa bumi
i.
Thermometer
j.
Mendeteksi
api
Komentar
Posting Komentar