NAMA : MELVIN ERLINA PUTRI

NIM : 210343606417

PRODI/OFF : BIOTEKNOLOGI/B

 

FISIKA MOLEKULER

A.     Pengertian

 

Fisika molekuler merupakan cabang dari ilmu fisika yang mempelajari tentang sifat fisik dari molekul beserta ikatan kimia antar atom yang merekatkan atom atom tersebut menjadi molekul. Dalam bidang fisika molekuler ini berhubungan erat dengan fisika atom, namun masih tumpang tindih dengan kimia teori dan kimia fisik. Molekul merupakan gabungan dari beberapa atom. Berdasarkan dari unsur penyusunnya, ada molekul unsur yang terdiri dari atom yang sama serta molekul senyawa, ada juga penyebutan molekul bisa tersusun dari atom yang sama maupun atom yang berbeda, dan adapun atom piloatomik, yaitu molekul yang terdiri dari tiga atom atau lebih. Contoh dari molekul poliatomik adalah ozon (O3) dan belerang/sulfur (S8).

 

B.     Fenomena dalam Bidang Bioteknologi

 

Molekul asam nukleat merupakan satu satunya jenis molekul yang dapat membawa informasi genetik untuk organisme makhluk hidup. Ada dua golongan dalam molekul ini, yaitu asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA). Kedua asam ini merupakan polimer berbentuk linier yang tidak memiliki cabang, namun memiliki nukleotida sebagai monomernya. Dalam 1 nukleotida terdapat 3 susunan bagian, sebagai berikut :

1.       Pentosa (gula dengan lima karbon) : Ribose atau deoksiribosa.

2.       Suatu basa yang memiliki struktur seperti cincin dan mengandung nitrogen. Basa ini adalah sitosin, adenine, guanin, dan timin/urasil.

3.       Satu, dua, atau tiga gugus fosfat yang terikat pada atom karbom gula pentosa.

 

C.     Teknologi dalam Bidang Bioteknologi

 

Di zaman modern seperti sekarang ini tidak cukup bila hanya mempelajari biologi dengan ukuran meter, sentimeter atau mikrometer. Pada era nano-teknologi sekarang ini, molekul biologi DNA, RNA, maupun protein sudah bisa ditentukan struktur dan fungsinya. Dari sanalah kita bisa mempelajari tentang mekanisme interaksi antar molekul dan reaksi biokimianya secraa tepat. Penerapan molekul dalam bidang Bioteknologi, molekul berhasil mengembangkan aneka obat-obatan, pembuatan vaksin, terapi, diagnosa penyakit, serta molecular farming dalam bidang pertanian dan bidang industri.

Molecular farming merupakan usaha dalam bidang pertanian untuk memproduksi protein yang bernilai tinggi menggunakan tanaman. Teknologi ini mampu menurunkan biaya produksi hingga 1/10 dari cara yang sudah banyak digunakan sebelumnya seperti menggunakan sel hewan karena bahan dasar tanaman perawatannya cenderung lebih murah dibandingkan hewan. Teknologi tersebut sudah dirasa sangat sesuai dengan iklim tropis yang selalu mendapat sinar matahari dan memiliki tanah subur karena bahan dasarnya adalah tumbuhan yang membutuhkan penyinaran matahari serta tanah yang baik. Molecular farming pertama kali dikembangkan pada tahun 1980–an, oleh lembaga penelitian serta industri di negara-negara maju di benua Amerika dan Eropa.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONSEP DAN ASPEK SISTEM SENSOR

KONSEP DAN ASPEK MAGNET